LAUDATO SI’ DAN AKSI 3

Memahami bahaya Rapidification (percepatan hidup) dan ajakan untuk hidup lebih sederhana serta sadar di tengah gempuran teknologi.

LAUDATO SI’ DAN AKSI 3

LAUDATO SI’ DAN AKSI
SESI 3: Ekonomi Berkelanjutan

Ekonomi berkelanjutan adalah ekonomi yang menghidupkan manusia dan bumi, bukan hanya mengejar laba dengan mengorbankan lingkungan dan generasi mendatang, sebagaimana dijelaskan dalam Laudato Si’ dan Laudate Deum.

Laudate Deum nomor 10

Sering juga dikatakan bahwa upaya untuk mengurangi perubahan iklim dengan mengurangi penggunaan bahan bakar fosil dan mengembangkan bentuk-bentuk energi yang lebih bersih akan menyebabkan berkurangnya lapangan kerja. Namun, apa yang terjadi adalah jutaan orang kehilangan pekerjaan mereka karena berbagai dampak perubahan iklim: naiknya permukaan air laut, kekeringan dan banyak fenomena lain yang mempengaruhi planet ini dan menyebabkan banyak orang terkatung-katung. Sebaliknya, transisi ke bentuk energi terbarukan, yang dikelola dengan baik, serta upaya beradaptasi terhadap kerusakan akibat perubahan iklim, mampu menciptakan lapangan kerja yang tak terhitung jumlahnya di berbagai sektor. Karena itu para politisi dan pengusaha harus segera menanganinya.

Laudato Si’ nomor 195

Prinsip memaksimalkan laba, yang cenderung dipisahkan dari pertimbangan-pertimbangan lain, mencerminkan kesalahpahaman akan konsep ekonomi: Selama produksi meningkat, orang tidak peduli bahwa hal itu dilakukan dengan mengorbankan sumber-sumber daya masa depan atau kesehatan lingkungan; selama pembabatan hutan meningkatkan produksi, tidak seorang pun memperhitungkan kerugian yang menyebabkan desertifikasi wilayah, kerusakan terhadap keanekaragaman hayati, atau peningkatan polusi. Artinya, perusahaan memperoleh laba dengan menghitung dan membayar hanya sebagian kecil dari biaya. Kita hanya dapat menganggap perilaku bersifat etis bila “biaya ekonomi dan sosial yang timbul dari penggunaan sumber daya alam milik bersama, ditetapkan secara transparan dan sepenuhnya ditanggung oleh mereka yang menikmatinya dan bukan oleh bangsa lain atau generasi mendatang.” 

Rasionalitas instrumental yang hanya membuat pengkajian statis atas realitas berdasarkan kebutuhan saat ini, berperan baik ketika sumber-sumber daya dibagi-bagikan oleh pasar, maupun ketika hal itu dilakukan oleh perencanaan sentral negara.

Relevansi di Indonesia

Kasus nikel Sulawesi, tambang emas ilegal, dan reklamasi yang menghancurkan ekosistem pesisir.

Apa yang Dapat Kita Lakukan?

Mendukung ekonomi sirkular, membeli produk ramah lingkungan, memberi ruang pada ekonomi rakyat.

Contoh Kegiatan Laudato Si’ di Jakarta

Javara Indigenous Indonesia (javara.co.id dan Instagram: @javaraindonesia)

Pertanyaan Refleksi

  1. Apakah Anda melihat dampak ekonomi ekstraktif (Menguras alam dan manusia) di daerah Anda?
  2. Mengapa keadilan sosial tidak dapat dipisahkan dari keadilan ekologis?
  3. Silakan pilih konsumsi kecil apa yang dapat membantu membangun ekonomi yang lebih berkelanjutan!

Jawaban Anda kami tunggu di:

https://bit.ly/laudatosidanaksi_sesi3