LAUDATO SI’ DAN AKSI 9
Bahwa perubahan iklim tidak akan teratasi tanpa perubahan budaya dan gaya hidup pribadi. Saatnya menjadikan "merawat bumi" sebagai budaya baru.


LAUDATO SI’ DAN AKSI 9
SESI 9: Pembentukan Budaya Baru
Krisis ekologi menyerukan revolusi budaya yang menggantikan gaya hidup konsumtif dengan etika kepedulian dan kesederhanaan sejati. Melalui pendidikan dan pembiasaan baru, mari kita bangun peradaban kasih yang memperlakukan alam sebagai sahabat yang harus dijaga, bukan sekadar barang dagangan.
Laudate Deum nomor 70
Meskipun demikian, hal sekecil apapun dapat membantu, dan menghindari kenaikan suhu global sebesar sepersepuluh derajat saja sudah cukup untuk mencegah penderitaan banyak orang. Namun, yang penting adalah sesuatu yang kurang bersifat kuantitatif: perlu diingat bahwa tidak ada perubahan yang bertahan lama tanpa perubahan budaya, tanpa pematangan gaya hidup dan keyakinan sosial, dan tidak ada perubahan budaya tanpa perubahan pada pribadi manusia.
Laudato Si’ nomor 210
Pendidikan lingkungan hidup secara bertahap telah memperluas tujuannya. Jika pada awalnya sangat terfokus pada informasi ilmiah, peningkatan kesadaran, dan pencegahan risiko untuk lingkungan, sekarang pendidikan itu cenderung mencakup kritik terhadap “mitos” modernitas yang didasarkan pada cara pikir utilitarian (individualisme, kemajuan tanpa batas, persaingan, konsumerisme, pasar tanpa aturan). Pendidikan itu cenderung juga memulihkan kembali berbagai tingkat keseimbangan ekologis: di tingkat internal dengan dirinya sendiri, di tingkat sosial dengan orang lainnya, di tingkat alami dengan semua makhluk hidup, dan di tingkat spiritual dengan Allah. Pendidikan lingkungan hidup harus mempersiapkan kita untuk melakukan lompatan ke Misteri yang memberi etika lingkungan maknanya yang terdalam. Selain itu, para pendidik harus mampu mengembangkan jalur-jalur pedagogis bagi etika lingkungan, sehingga membantu orang secara efektif bertumbuh dalam solidaritas, tanggung jawab, dan perawatan penuh kasih.
Relevansi di Indonesia
Masyarakat masih menganggap konsumsi sebagai simbol status; alam diperlakukan sebagai barang dagangan semata.
Apa yang Dapat Kita Lakukan?
Mengadakan Eco-Sunday, mengurangi sampah, termaksuk sampah liturgi, mengajar anak-anak merawat tanaman.
Contoh Kegiatan Seturut semangat Laudato Si’
- Green School Bali - https://bali.greenschool.org/ dan https://www.instagram.com/greenschoolbali/
- Program Sekolah Adiwiyata (Kementerian LHK) - https://pusatpglhk.bp2sdm.menlhk.go.id/portal/
- Zero Waste Indonesia (ZWID) - https://zerowaste.id/
Pertanyaan Refleksi
- Kebiasaan budaya apa yang perlu diubah di lingkungan Anda?
- Mengapa perubahan budaya penting untuk menyelamatkan bumi?
- Apa kebiasaan kecil yang dapat mulai menciptakan budaya ekologis baru?
Jawaban Anda kami tunggu di:
https://bit.ly/laudatosidanaksi_sesi9



