LAUDATO SI’ DAN AKSI 4
Mengajak umat untuk melakukan pertobatan ekologis melalui perubahan gaya hidup nyata, seperti puasa listrik dan belanja, demi masa depan bumi.


LAUDATO SI’ DAN AKSI
SESI 4: Pertobatan Ekologis
Pertobatan ekologis menyerukan perubahan hati yang mendalam untuk memulihkan hubungan dengan Sang Pencipta, menegaskan bahwa menjaga alam adalah bagian tak terpisahkan dari iman Kristiani. Gerakan ini menuntut keberanian mengubah pola hidup konsumtif menjadi tanggung jawab nyata demi mencegah krisis iklim yang kian mendesak.
Laudate Deum nomor 56
“Kita harus mengatasi mentalitas yang tampaknya peka terhadap masalah namun pada saat yang sama tidak memiliki keberanian yang diperlukan untuk mengadakan perubahan yang signifikan. Kita tahu bahwa dengan kecepatan seperti ini, hanya dalam beberapa tahun kita akan melampaui batas maksimum yang diinginkan yaitu 1.5°C dan kita dapat segera mencapai 3°C, dengan risiko tinggi untuk mencapai titik kritis. Bahkan jika kita tidak mencapai point of no return ini, sudah pasti bahwa dampaknya akan sangat buruk dan tindakan harus diambil dengan cepat, dengan biaya yang sangat besar dan dampak ekonomi dan sosial yang sangat serius dan tak tertanggung. Memang, langkah-langkah yang kita ambil saat ini menelan biaya, namun biaya itu akan semakin berat semakin lama kita menunggu. ”
Laudato Si’ nomor 217
“Padang gurun eksternal di dunia sedang meluas, karena gurun-gurun internal telah menjadi begitu luas.” Karena itu, krisis ekologi merupakan panggilan untuk pertobatan batin yang mendalam. Tapi kita juga harus mengakui bahwa beberapa orang Kristiani, yang berkomitmen dan berdoa, cenderung meremehkan ungkapan kepedulian terhadap lingkungan, dengan alasan realisme dan pragmatisme.
Orang-orang lain tinggal pasif; mereka memilih untuk tidak mengubah kebiasaan mereka dan dengan demikian menjadi tidak konsisten. Jadi, apa yang mereka semua butuhkan adalah pertobatan ekologis, yang berarti membiarkan seluruh buah perjumpaan mereka dengan Yesus Kristus berkembang dalam hubungan mereka dengan dunia di sekitar mereka. Menghayati panggilan untuk melindungi karya Allah adalah bagian penting dari kehidupan yang saleh, dan bukan sesuatu yang opsional atau aspek sekunder dalam pengalaman kristiani.
Relevansi di Indonesia
Konsumtivisme tinggi, sampah (plastik, barang sekali pakai) semakin menggunung dan penggunaan energi rumah tangga yang tidak efisien.
Apa yang Dapat Kita Lakukan?
Latihan puasa ekologis: puasa listrik, puasa daging, puasa belanja.
Contoh Kegiatan Laudato Si’ di Jakarta
Komunitas Laudato Si’ Animator Indonesia (https://www.instagram.com/laudatosi.id/)
Pertanyaan Refleksi
- Mengapa krisis ekologis disebut sebagai krisis spiritual?
- Apa bentuk pertobatan ekologis yang paling Anda butuhkan?
- Bagaimana komunitas dapat menolong Anda bertobat secara ekologis?
Jawaban Anda kami tunggu di:
https://bit.ly/laudatosidanaksi_sesi4



