LAUDATO SI’ DAN AKSI 6

Menyadari bahwa krisis lingkungan tidak terpisahkan dari krisis kemanusiaan. Mengajak umat untuk peduli pada sesama yang terdampak kerusakan alam.

LAUDATO SI’ DAN AKSI 6

LAUDATO SI’ DAN AKSI
SESI 6: Semuanya Saling Terhubung

Ekologi Integral menegaskan bahwa alam dan manusia terikat dalam satu jaringan kehidupan, di mana krisis lingkungan tak bisa dipisahkan dari jeritan kaum miskin. Di tengah krisis iklim yang kian mendesak, mari wujudkan iman melalui solidaritas utuh: lindungi lingkungan dari kerusakan sekaligus bela hak mereka yang paling rentan.

Laudate Deum nomor 12

“Pada saat yang sama, kita melihat bahwa dalam lima puluh tahun terakhir suhu telah meningkat dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam dua ribu tahun terakhir. Dalam periode lima puluh tahun terakhir ini, rata-rata pemanasan adalah sebesar 0.15°C per dekade, dua kali lipat dibandingkan 150 tahun terakhir. Sejak tahun 1850, suhu global telah meningkat sebesar 1.1°C, dan peningkatan itu lebih tinggi lagi di wilayah-wilayah kutub. Dengan laju seperti ini, ada kemungkinan bahwa hanya dalam sepuluh tahun kita akan mencapai batas global maksimum yang direkomendasikan yaitu 1,5°C. Peningkatan ini tidak hanya terjadi di permukaan bumi tetapi juga beberapa kilometer lebih tinggi di atmosfer, di permukaan lautan, dan bahkan ratusan meter di bawahnya. Dengan demikian pengasaman laut meningkat dan kadar oksigennya berkurang. Gletser semakin menyusut, lapisan salju semakin berkurang, dan permukaan laut terus naik.”

Laudato Si’ nomor 91

“Rasa persatuan mendalam dengan makhluk lain dan alam tidak mungkin menjadi nyata jika pada saat yang sama hati kita tidak dipenuhi kelembutan hati, kasih sayang dan kepedulian terhadap sesama manusia. Inkonsistensi itu tampak pada mereka yang berjuang melawan perdagangan hewan langka, tetapi sedikit pun tidak peduli pada perdagangan manusia, tidak peduli pada orang miskin, atau bersikeras untuk menghancurkan manusia lain yang tidak disukai. Ini membahayakan arti perjuangan kita untuk lingkungan hidup. Bukan suatu kebetulan bahwa dalam Gita Sang Surya di mana Santo Fransiskus memuji Allah karena makhluk-makhluk ciptaan-Nya, ia menambahkan: “Terpujilah Engkau, Tuhanku, karena mereka yang mengampuni demi kasih-Mu.” Semuanya terhubung. Kepedulian terhadap lingkungan perlu bergandengan dengan cinta yang tulus bagi manusia dan komitmen yang mantap untuk menangani masalah-masalah masyarakat.”

Relevansi di Indonesia

Kerusakan lingkungan selalu berdampak pada masyarakat miskin: banjir, kekeringan, gagal panen, konflik agraria.

Apa yang Dapat Kita Lakukan?

Mendukung advokasi warga terdampak proyek tambang, menolak perusakan ruang hidup masyarakat adat.

Contoh Kegiatan Laudato Si’ di Jakarta

AMAN (Aliansi Masyarakat Adat Nusantara): perjuangan tanah adat - www.aman.or.id

Pertanyaan Refleksi

  1. Contoh apa di sekitar Anda yang menunjukkan bahwa ‘semuanya saling terhubung’?
  2. Teknologi harus dihubungkan dengan apa agar dapat menyelesaikan krisis ekologis?
  3. Bagaimana keluarga atau komunitas Anda bisa lebih menyadari keterhubungan ini?

Jawaban Anda kami tunggu di:

https://bit.ly/laudatosidanaksi_sesi6