LAUDATO SI’ DAN AKSI 1
Temukan panggilan iman melalui Mendengarkan Jeritan Ibu Bumi. Berdasarkan pesan Paus Fransiskus dalam Laudato Si' dan Laudate Deum, mari kita wujudkan pertobatan ekologis. Pelajari cara menghadapi krisis iklim, polusi dan langkah konkret seperti 'Jumat Puasa Plastik' demi menjaga rumah kita bersama.


LAUDATO SI’ DAN AKSI
SESI 1: Mendengarkan Jeritan Ibu Bumi
Paus Fransiskus melalui Laudato Si’ dan Laudate Deum mengajak kita mendengarkan jeritan bumi, rumah bersama yang terluka oleh ulah manusia, serta menjawabnya dengan pertobatan ekologis: mengubah cara hidup dan merawat ciptaan dengan kasih sebagai wujud syukur kepada Allah.
Laudate Deum nomor 16
“Hal yang sama berlaku untuk proses yang mengarah pada berkurangnya lapisan es di beberapa benua. Mencairnya es kutub tidak akan bisa dibalikkan selama ratusan tahun. Dalam hal iklim, ada beberapa faktor yang bertahan untuk waktu yang lama, terlepas dari peristiwa yang telah memicunya. Oleh karena itu, kita tidak dapat lagi menghentikan kerusakan besar yang telah kita timbulkan. Kita hanya mempunyai waktu untuk mencegah kerusakan yang lebih parah.”
Laudato Si’ nomor 21
“Juga perlu diperhitungkan pencemaran yang disebabkan limbah, termasuk limbah berbahaya yang ada di berbagai daerah. Setiap tahun dihasilkan ratusan juta ton limbah, yang sebagian besar tidak bisa diurai oleh proses biologis: limbah domestik dan komersial, limbah pembongkaran bangunan, limbah klinis, elektronik dan industri, limbah yang sangat beracun dan bersifat radioaktif.
Bumi, rumah kita, mulai makin terlihat sebagai sebuah tempat pembuangan sampah yang besar. Di banyak tempat di dunia, orang lansia mengeluh bahwa lanskap yang dulu indah sekali sekarang ditutupi dengan sampah. Baik limbah industri maupun produk kimia yang digunakan di kota dan daerah pertanian dapat menyebabkan penumpukan zat-zat kimia di dalam organisme penduduk lokal, meskipun kadar racun di tempat itu masih rendah. Sering kali baru diambil tindakan ketika telah terjadi kerusakan permanen terhadap kesehatan masyarakat.”
Relevansi di Indonesia
Kebakaran hutan Sumatra–Kalimantan, krisis gambut, tenggelamnya pulau kecil, pencemaran Sungai Citarum, dan banjir kota adalah wajah nyata jeritan bumi Indonesia.
Apa yang Dapat Kita Lakukan?
Mengurangi sampah harian, menghindari plastik sekali pakai, mendukung kebijakan ramah lingkungan, dan mengikuti gerakan “Jumat Puasa Plastik”.
Contoh Kegiatan
Laudato Si’ di Jakarta
Pertanyaan Refleksi
- Apa bentuk ‘jeritan bumi’ yang paling Anda lihat di lingkungan sekitar?
- Mengapa kerusakan alam terutama melukai mereka yang miskin?
- Apa satu langkah konkrit yang dapat Anda lakukan minggu ini untuk mengurangi kerusakan lingkungan?
Jawaban Anda kami tunggu di:
https://bit.ly/laudatosidanaksi_sesi1



