Satu Jenazah Di Akhir Juli

Satu Jenazah Di Akhir Juli
Kepulangan Jenazah FMN Disambut dalam Doa oleh Mama Pendeta Emmy Sehartian di Kargo Bandara El Tari Kupang, NTT pada 31 Juli 2020

31 Juli 2020

Baru saja memperingati Hari Dunia Anti Perdagangan Manusia, hari ini kabar duka kembali terdengar dari NTT. Satu lagi jenazah putri NTT dipulangkan dari Malaysia atas nama FMN yang ke-22 di tahun 2020. FMN berasal dari RT 016 RT 004, Desa Mauliru, Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur. Ia meninggal dunia pada 29 Juli 2020 lalu di Hospital Seri Manjung, Perak karena menderita infeksi pernapasan. Aku membaca sepintas keterangan kematiannya "Lung Infection with Covid-19 Negative". Untung saja FMN bukan pasien Covid-19. 

Tidak ada keluarga yang datang menjemput jenazah di kargo Bandara El Tari Kupang selain Tim Jaringan Anti Perdagangan Orang. Dalam penjemputan jenazah siang hari ini di kargo, selain aku dan suster Laurentina PI, hadir Mama Pendeta Emmy dan Kakak Decky dari Rumah Harapan, serta petugas BP2PMI yang selalu setia memberikan pelayanan bagi PMI yang masih hidup ataupun yang sudah membeku didalam peti jenazah.

Jenazah FMN tiba di Kargo Bandara El Tari Kupang pada 31Juli 2020

Entah seperti apa rupa wanita berusia 34 tahun ini, entah sudah berapa lama ia merantau di Negeri Jiran, dan entah pekerjaan apa yang ia geluti disana. Perasaan sedih yang mendalam kami rasakan, sudah pasti keluarga lebih lagi merasakan duka karena kehilangan anak, kakak, adik, ibu, atau istri tercinta. Setelah melewati beratus-ratus kilometer, hari ini FMN tiba di Nusa Tenggara Timur, tanah kelahirannya meskipun tanpa nyawa dan tanpa sambutan keluarga terkasih.

Kami menerima kabar duka ini dari salah satu jaringan di Malaysia yang selalu siap sedia membantu pemulangan jenazah PMI yang meninggal di negara penempatan, Malaysia. FMN dikabarkan harus melewati Jakarta untuk kemudian ke Kupang dan ke Sumba. Tentu saja prosesnya tidak semudah yang dibayangkan sehingga perlu orang yang tepat dalam penanganannya.

Jenazah FMN dipindahkan dari kereta kargo ke ambulans RSDU W.Z. Johanes Kupang, NTT

Setelah menunggu beberapa jam di kargo, peti jenazah akhirnya terlihat di atas kereta kargo dan harus segera dipindahkan ke mobil jenazah  RSUD W. Z. Johannes. Jam tanganku sudah menunjukkan pukul 13.15 WITA. Proses pemindahan cukup sulit karena hanya beberapa orang yang terlibat membantu memindahkan peti. Kami segera menyambutnya dalam doa yang dipimpin oleh Mama Pendeta Emmy Sehartian.

Usai berdoa, sirine mobil jenazah segera dikumandangkan dan supir segera melaju menuju RSUD W.Z. Johannes Kupang. Di sana, jenazah akan disemayamkan selama beberapa malam sebelum dikirimkan dengan Nam Air pada Senin (03/08/2020) ke daerah asalnya di luar pulau ini, Sumba. Kami masih terpaku beberapa saat mendengar sirine yang lambat laun mulai menghilang, menyatu dengan teriknya mentari.

Aku menghembuskan napas perlahan, menghaturkan syukur kepada Sang Pencipta karena proses penyambutan jenazah siang hari ini berjalan dengan lancar. Kepada-Nya aku juga memohon agar keberangkatan jenazah pada Senin mendatang dapat berlangsung dengan baik juga keluarga yang berduka dan saat ini sedang menanti kepulangan FMN diberikan rahmat kekuatan, kesabaran dan ketabahan. Semoga saja Engkau melancarkan segalanya ya Bapa.